Fahira tak mengambil keputusan yang gegabah. Ia tidak akan membuat keributan di tempat umum. Walaupun, rasanya ingin sekali ia memberi pelajaran kepada wanita yang bersama suaminya kini. Tangannya terasa gatal sekali. “Bu …” Fahira menoleh menatap sang sopir yang sekarang sudah berdiri di hadapannya. “Ini, tolong kamu bawa belanjaan saya.” Wanita itu memberikan semua kantung belanjaannya kepada sang sopir. “Baik, Bu.” Setelah itu, Fahira pun masuk ke dalam mobil. Ia masih terus memikirkan kejadian tadi. Matanya memanas melihat sang suami yang membohongi dirinya. Apakah selama ini Mas Hendra selalu berkata kepadanya tentang alasan-alasan yang tidak masuk akal karena pria itu bersama selingkuhannya? Ia muak saat melihat wanita yang bersama suaminya begitu senang saat dibelanjakan banya

