Bianca sudah kembali menjalankan aktivitasnya seperti biasa. Ia bahkan kini sudah bersiap-siap untuk pergi ke kampus. Dan tentu saja, diantar oleh kekasihnya yang paling baik. Awalnya, Bianca tak ingin diantar oleh pria itu, tetapi pria itu selalu memaksa dirinya agar ia yang mengantar saja. “Kalau telat kerja gimana, Mas?” ucap Bianca seraya memakai lipstik di bibirnya ketika sudah berada di mobil. Karena terburu-buru akhirnya ia pun tak punya waktu untuk memakai pewarna bibir itu. “Lah, ini bukannya telat lagi, sih. Kamu udah bolos mungkin.” Hendra tertawa mendengarnya. Ia pun masih tetap memfokuskan matanya melihat jalanan yang sudah dipenuhi oleh berbagai macam kendaraan. “Tenang aja, yang penting kamu selamat sampai tujuan dulu, baru Mas akan kerja.” “Enak, ya. Kerja sesuka hati

