Bianca benar-benar tak bisa diam saja jika begini. Ia harus mencari tahu siapa orang yang sudah mengirimkan banyak kertas yang berisikan foto dirinya dan Mas Hendra di kampus kepada seluruh mahasiswa. Apa yang akan terjadi selanjutnya jika ia diam saja? Awalnya saja, sang pelaku berani menaruh foto dirinya dan Mas Hendra di kertas walaupun hanya bagian tubuh belakang yang terlihat. Lalu, besok apa lagi? Apakah akan terpampang nyata wajahnya dan juga wajah Mas Hendra jika hal itu terjadi lagi? Tidak. Bianca tak akan membiarkan hal itu. “Bi, lu ngapain sih ngelamun terus? Itu baksonya dimakan, kalau didiemin malah nanti dingin gak enak.” Saskia menggeleng pelan melihat sahabatnya yang terlihat murung dari tadi. “Sebentar ya, Sas. Gue mau ke kamar mandi dulu, udah gak tahan.” Bianca langs

