Fahira berdiri seraya melipat tangannya di atas perut. Ia tengah menatap seorang pria yang datang membawa beberapa berkas di tangannya. Lalu, pria itu menaruhnya di atas meja. Fahira mengenal betul siapa pria itu. Dia adalah orang kepercayaan suaminya. Entahlah, menatap gerak-gerik pria di hadapannya membuat Fahira merasa was-was. "Ini semua apa, Tio?" ucap Fahira dengan tatapan mata yang lekat melihat ke arah pria itu. "Mas Hendra yang menyuruhmu?" "Iya, Bu. Pak Hendra yang menyuruh saya buat memberikan ini semua ke Ibu Fahira." Fahira menghela napasnya. Ia pun duduk di sofa dengan salah satu kaki yang bertumpu di atas kaki lainnya. "Ini semua apa?" tanyanya lagi. Lalu, tangannya memegang beberapa berkas itu. "Bu Fahira bisa melihatnya sendiri." Fahira mengecek semuanya. Dan ia pun

