"Ini gak bercanda, 'kan?" ucap Hendra seraya menatap Saskia dengan lekat. "Emang apa untungnya buat gue bercandain elo, Pak!" "Jadi, ini serius?" Hendra seakan masih tak percaya. Ucapan Saskia entah kenapa begitu lambat diproses di dalam otaknya. "Ah, tau deh. Dibilangin kagak percayaan banget ya nih, om-om satu," ucap Saskia kesal. Lalu, ia pun pergi meninggalkan Hendra yang berdiri mematung di dekat tembok. Pria itu mengusap wajahnya dengan kedua tangan. Demi Tuhan, ia masih belum bisa percaya sampai saat ini. Entah lah ... Hendra hanya ingin Bianca sendiri yang mengucapkan hal itu kepadanya. Namun, matanya tertuju kepada Saskia yang kembali masuk membawa barang-barang di tangannya. Mata Hendra tertuju kepada salah satu kantung plastik yang bertuliskan nama sebuah minimarket di san

