Arin melihat Mark duduk sendiri di sebuah kafe. Ia menghampirinya dan menyapa Mark. “Mark, kamu sendirian?” Mark menoleh dan membalas pertanyaannya. “Yah ... aku sendirian saja ini, Kamu mau kemana?” “Aku melihatmu sendirian, jadi mampir kesini sebentar,” “Ada pekerjaan?” tanya Mark. “Ya, ada meeting disini,” “Aku lihat kamu tak sendiran, Rin,” “Aku bersama orang yang bekerja denganku, ehm maksudku anak buahku,” “Dengan perusahaan apa kamu akan meeting, pasti perusahaan bonafid, ya?” “Ya, perusahaan besar. Lumayan, lah Mark,” Arin berpamitan akan pergi meeting di tempat yang telah ia pesan di bagian atas. Mark melihat seorang pria yang tampak tinggi dan tegap. Wajahnya seperti tak asing baginya, ia teringat seseorang tapi lupa pernah melihatnya dimana. Mark memilih untuk pergi

