Mark menghampiri Gladys di dapur, ia mengutarakan maksudnya untuk mengakhiri hubungan keduanya. Tapi ketika ia melihat wajah lelah Gladys ia menjadi tak tega. Gladys menoleh ke arahnya. “Ada apa?” tanyanya. “Kamu bilang akan mengakhiri ini kalau aku terus mencoba ...” Gladys memalingkan wajahnya, ia tak bisa menatap wajah Mark karena malu. Pria itu selalu berterus terang padanya dan itu membuatnya malu. “Lalu, bagaimana?” tanya Gladys. “Perjanjian itu berakhir satu bulan lagi, jadi jangan dulu diakhiri. Aku mau kamu bersabar sedikit,” “Tapi permintaanmu tentang anak, dak bisa aku berikan. Itu tidak sesuai dengan perjanjian,” “Ok, akan aku tahan,” jawab Mark dengan enteng. “Apa? Maksudmu tahan yang bagaimana?” tanya Gladys kaget. “Aku tidak akan melakukan hal yang buruk padamu, i

