16. Sebuah Siasat

1358 Kata

Siang ini berubah mendung saat Haris akan berjalan keluar untuk pulang. Kantornya mulai sepi, ia memang mengambil lembur hari ini. Ketika ia melangkah keluar, Arin menghadangnya. “Ris, mau pulang?” tanyanya ramah. “Iya, Bu,” “Tapi, motormu kayanya ban nya bocor, lho,” Haris langsung menuju ke arah parkiran dan melihat kalau ban motornya memang bocor. “Yah, beneran bocor, Bu,” “Iya, aku lihat tadi, pas aku mau kesini. Niatnya ngecek kamu udah pulang pa belum eh malah liat ban motor kamu bocor,” “Iya, Bu. Memang sudah tipis, sih, Bu, bannya,” “Kalau begitu, ikut aku aja, Ris. Kita kan searah, nanti hubungi orang bengkel biar bisa diambil dan diurus ban motor kamu ini,” “Nggak, Bu. Biar aku tungguin sampai kelar, ini juga orangnya sudah otewe,” kata Haris. Arin berjongkok di samping

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN