SELAMAT MEMBACA *** “Mana calonmu Kil, kok tidak di bawa-bawa pulang. Jangan-jangan kamu bohong ya, bilang mau menikah kemarin?” Kila hanya menatap malas kearah ponselnya. Suara Bulik Yanti masih terdengar dari sana. Perempuan itu kembali menghubungi Kila dan menanyakan calon suaminya. Bahkan masih sempat menuduhnya berbohong. “Dia sibuk Bulik, belum ada waktu.” Jawab Kila lagi dengan pelan. “Alasanmu paling, masa iya sibuk terus. Minggu tidak libur, kerja apa memangnya?” Bulik Yanti masih mencecar Kila dengan berbagai pertanyaan. “Punya usaha Bulik.” “Minggu besok ajak pulang, biar kami kenalan. Itu juga kalau kamu tidak bohong punya calon suami.” Kila hanya menghela nafasnya dengan pelan. “Nggih Bulik,” jawab Kila dengan pasrahnya. Sudahlah, iyakan saja permintaan bul

