SELAMAT MEMBACA *** Kila merasa cukup heran melihat barang yang Kama siapkan. Kila berfikir kenapa Kama menyiapkan sebanyak itu. Apakah itu akan di bawa untuk keluarganya atau di bawa untuk ibunya sendiri. "Untuk apa Pak barang-barang sebanyak itu?" Tanya Kila saat mereka sudah naik kedalam mobil dan bersiap untuk perjalanan menuju Sukoharjo tempat keluarga Kila tinggal. Kama yang mendengar pertanyaan Kila langsung menatap protes pada gadis itu. "Mas," koreksi Kama langsung. Kila tersenyum malu, jangan salahkan dia. Salahkan saja otaknya yang kadang masih suka lupa itu. "Iya, Mas. Itu kok bawa sebanyak itu, untuk apa?" tanya Kila mengulangi pertanyaanya. "Saya kan calon mantu yang baik, harus punya wajah dong di hadapan calon mertua saya. Tidak mungkin datang dengan tangan kosong

