S E L A M A T M E M B A C A * * * Yana menghampiri Kila yang sejak tadi terlihat melamun dan kurang fokus. Beberapa kali gadis itu menjatuhkan barang-barang yang sedang dia susun di rak toko. Sepertinya banyak yang di fikirkan oleh temannya itu. “Banyak fikiran ya Kil?” tanya Yana pada Kila. Kila menoleh dengan wajah lesunya pada Yana. Dia lalu mengangguk dengan pelan. Apa boleh kalau sekarang dia meminta pertanggungjawaban pada temannya itu. Berkat ide Yana, sekarang dia menghadapi masalah yang lebih besar lagi. “Tanggung jawab Yan,” ucap Kila lirih. Yana yang tiba-tiba di mintai pertanggungjawaban oleh Kila merasa bingung. Memangnya apa yang sudah dia lakukan sampai harus bertanggung jawab. Lagi, tanggung jawab seperti apa yang temannya itu inginkan darinya. “Tanggung jawab

