SELAMAT MEMBACA *** "Saya juga butuh istri, kamu butuh suami. Bagaimana kalau menikah sama saya saja Mbak?" Kila langsung menatap Kama dengan wajah bodohnya. Apa sekarang bapak kosnya itu yang justru kesurupan kenapa bisa bicara sengawur itu. Dan tolong ulangi apa yang baru saja dia katakan. Menikah dengannya, apa Kila tidak salah dengar. "Bapak kesurupan ya? Jangan deh Pak, nanti nambah pekerjaan buat saya." Ucap Kila dengan takutnya. Dia menggeser sedikit duduknya lebih menjauh dari Kama. Karena kalau tidak kesurupan, rasa-rasanya tidak mungkin bapak kosnya itu mengajak dia menikah. Kama yang mendengar ucapan Kila hanya mendengus kesal, kenapa jadi dia di tuduh kesurupan. Dasar gadis aneh, batin Kama. "Memangnya kamu punya pacar Mbak?" Kama justru bertanya pada Kila sama sekal

