Yang Lee naik lagi ke kamarnya selesai makan. Ia hendak mengambil ponselnya yang tertinggal. Namun, setelah ia menemukannya, ternyata ponsel itu mati dan sialnya ia tidak membawa charger. Yah, siapa sangka bahwa ia akan diusir semena-mena dari rumahnya? Bahkan pakaian pun ia tidak membawanya. Sungguh s**l! Yang Lee menatap ponsel yang layarnya kini hanya berwarna hitam. Ia duduk dan terlihat sedih mengingat ia tidak diberi kesempatan untuk membawa apapun dari rumahnya termasuk piala hasil kemenangannya. Butiran bening kembali mengalir di wajahnya yang putih dan ia tidak bisa tidak menangis mengingat perlakuan kedua orang tuanya. "Nona Lee?" Suara Janice di depan pintu mengagetkannya. "Eh, Cie Janice?" Yang Lee dengan cepat menghapus air matanya. "Nona Lee, Anda menangis lagi? Tidak t

