Yang Lee dengan perasaan was-was menatap ke arah jendela mobil. Sepanjang perjalanan, ia memikirkan tentang apa yang akan terjadi di hotel nanti. Ya ampun! Ternyata dugaannya tadi benar, ia didandani untuk suatu hal. Astaga, ia disuruh pergi ke hotel? Demi apa, coba? Yang Lee menggigit bibirnya dengan tegang. Ia mengambil ponselnya yang mati dari dalam tas. Ingin rasanya ia menelpon Jackie Chan dan meminta bantuannya, tapi bagaimana caranya? "Kita sudah hampir sampai, Nona Lee," ucap Janice membuyarkan lamunan Yang Lee. "Oh, baik!" Yang Lee memperbaiki posisi duduknya dan kembali memasukkan ponselnya ke dalam tas. Hatinya semakin gusar, tapi ia berusaha menutupinya dengan memasang ekspresi setenang mungkin. Mereka memasuki area hotel dan mobil yang ditumpangi Yang Lee berhenti di dep

