Yang Lee melihat ke arah sekelilingnya, semua orang terlihat sibuk makan dan berbincang. Ia benar-benar merasa diacuhkan. Baiklah! Ternyata hidup di rumahnya sendiri dan di lingkungan Tuan Richmond Zhang sama saja. Mungkin hal seperti ini memang menjadi bagian dari hidupnya. Sekali lagi, Yang Lee menatap ke arah kartu yang sedang digenggamnya. Ia bangkit berdiri dan dengan langkah enggan, ia keluar ruangan dan menuju lift. Sesampainya di lantai yang dimaksud, Yang Lee mencari nomor kamar yang tertera di sana hingga akhirnya ia membuka kamar tersebut. Yang Lee kembali kagum melihat besarnya ruangan yang ada di hadapannya. Kamar yang dipesan oleh Richmond Zhang ternyata bukan kamar biasa, ruangan tersebut menyerupai apartemen dengan 3 kamar yang besar. Hati Yang Lee yang tadinya cemas,

