Sudah terhitung dua hari Reyna berada di rumah Revan, tetapi selama itu tidak ada perubahan apapun bagi Reyna. Setiap ada bisikan tentang apapun itu, termasuk ancaman kematian maka Reyna akan menjerit-jerit dan menangis histeris. Badannya juga yang awalnya kebal jarang kemasukan, sekarang sering kemasukan oleh Jin. Hal itu membuat Revan bingung harus melakukan apa bagi kesembuhan Reyna. "Maaf ndan, saya punya paman yang ahli hikmah atau kebatinan, barang kali Ndan mau membawa adek nya kesana. Nanti saya antar kalau ndan mau." Ucap salah satu bawahan Revan. Mereka sekarang sedang duduk di depan rumah Revan sambil menikmati secangkir kopi di sore hari. "Dimana beliau membuka praktek pengobatannya?" Tanya Revan, pria itu tertarik dengan tawaran Ibrahim. Apa salahnya bukan berusaha dan berik

