Sore hari yang melelahkan bagi Reyna, karena dari pagi sampai sore hari banyak sekali pasien yang harus dia tangani. Pulang kerja di jemput oleh Reynand, dan sampai ke rumah di suguhi dengan keluarga dan sahabat ayah serta kakak pertamanya. Rumah Revin adalah rumah keluarga yang nyaman. Bahkan Ridwan di banding membawa sahabatnya ke rumah ia lebih memilih ke rumah Revin. Memang tak ada yang bisa melepas penatnya kecuali bertemu dengan anak-anaknya. "Assalamualaikum." Ucap Reyna dan Reynand secara bersamaan saat sudah sampai ke daun pintu. "Waalaikumsalam." Mereka semua menjawab salah dari kedua sejoli itu dan tersenyum hangat, terutama Ridwan dan Revan. "Ayahh!!!" Pekik Reyna, matanya berbinar sudah lama sekali dia tak melihat ayahnya. Setelah bersalaman dia segera memeluk ayah nya cu

