"Pak gak bisa gitu dong! Saya kan yang pertama yang harusnya survei dengan komandan Reynand, kenapa tiba-tiba diganti?!" "Maaf dokter Cathrine, ini semua sudah menjadi prosedurnya. Bahwa yang harusnya pergi untuk penyuluhan itu adalah dokter Reyna dan dokter Fellicia." Cathrine atau yang kerap di sapa Nina menggertak kan giginya kesal. Memandang pak manager tanpa hormat, detik berikutnya wanita dengan rambut warna pirang itu segera meninggalkan ruangan begitu saja. "Pasti ini ulah Reyna, dia minta bantuan sama Siska. Gak bisa di biarkan nih!" Nina tersenyum kecil, lantas pergi begitu saja dengan centil nya. Dia akan melakukan sesuatu, yang pastinya akan sangat menguntungkan bagi dirinya sendiri. "Liat aja lo, Reyna!" ** Di depan kantor polisi sudah banyak anak buah Reynand untuk men

