"Alhamdulillah." ucap mereka semua saat Reyna mulai membuka mata nya. Mereka semua sedikit mengembang kan senyum karena sudah beberapa jam menunggu Reyna tersadar akhirnya Reyna tersadar juga. kini jam telah menunjukkan pukul 21;00 itu artinya sudah cukup lama mereka berada disini. "Dek, Alhamdulillah akhirnya kamu sadar juga." Reyna melirik ke arah sekitar dengan pandangan aneh. Wanita itu mengeluarkan bulir-bulir air matanya. "kakak!" Reyna mulai menangis kembali, sembari mengucapkan kata itu. "Kakak! Adek takut!!!!" Teriak Reyna kembali. Revan segera merengkuh tubuh ringkih adiknya, ia sangat tahu bagaimana keadaan Reyna sekarang. Tetapi, ia bingung harus melakukan apa lagi. Rasanya ia telah gagal menjadi kakak yang baik bagi Reyna, bahkan saat-saat seperti ini saja ia bingung ha

