Sudah seminggu ini Reynand terlihat sibuk dan frustasi. Pasalnya, langkah Reynand dan anak buahnya tercium oleh Fakhri dan kawanannya. Reyna begitu cemas dan khawatir kalau Fakhri akan menyerang dirinya balik dengan cara lain, yang pastinya cara itu pasti lebih licik dari apa yang ia bayangkan. Kejadian Siska saja yang di culik tempo lalu karena akan dijadikan tumbal, membuat semuanya panik dan juga dengan kejamnya Fakhri menyakiti Siska dengan mengecor kaki Siska agar tidak dapat kemana-mana. Lalu bagaimana dengan Reyna? Bukanlah Fakhri juga menyukai Reyna? Reynand segera menghubungi Reyna, karena sedari tadi Reynand mengkhawatirkannya terus. Apalagi sejak pagi Reyna banyak diam, dia bilang bermimpi buruk, tapi belum mau membicarakannya dengan Reynand. "Halo Rey.." suara nya disebran

