Sebuah pistol sudah ada berada di samping kepala Reynand, otomatis dia menjatuhkan pistol yang ada ditangannya sendiri ke bawah. "Mundur semua!! Atau gue ledakan kepalanya!!" katanya pada anak buah Reynand. Mereka perlahan mundur teratur, setelah Reynand beri isyarat agar mereka menuruti perintah Fakhri. Reynand diseret masuk dengan kasar. Disana aku melihat nisa sedang diikat tangan dan kakinya,mulutnya juga disumpal kain dan ditutup. Rambutnya terlihat berantakan, ada beberapa luka lebam dan berdarah di sekitar wajahnya. Sungguh miris melihat wanita yang Reynand cintai sedang terikat disana dgn kondisi yang tidak menyenangkan untuk dilihat. "Sayang." lirih Reynand, Reyna segera mendongak lalu pandangan keduanya saling bertemu. "Reynand," Reyna segera menggeleng. Pistol itu masih be

