Dress dibawah lutut berwarna biru tua tersemat di badan Reyna, dress itu semakin cantik saat Reyna yang memakainya. Rambutnya sengaja ia urai, hanya membawa tas kecil berwarna hitam yang berisi dompet dan handphone. Sedangkan untuk alas kaki dia memilih memakai flatshoes berwarna hitam.
"Cantik banget nih, mau kemana?" Revin baru saja datang dari kamar, dari raut wajahku menunjukkan jika pria itu baru saja bangun tidur.
"Mau nge mall sama Reynand, mau nitip apa kak?" Tanya Reyna sembari memainkan remote tv.
"Nitip ikat pinggang sama kaos kaki ya, nanti gue transfer duit nya."
Reyna mengangguk. "Gak usah di tf lah, kayak ke siapa aja." Jawab Reyna.
Revan, Revin, maupun Reyna tak pernah pelit dalam hal apapun. Jika itu yang menjadi salah satu kebahagiaan diantara ketiganya maka akan di laksanakan.
"Yaudah hati-hati ya dek, gue mau mandi dulu."
"Iya kak." Jawab Reyna, baru saja Revin beranjak mungkin sudah sampai di kamar mandi. Reynand datang dengan membawa mobil Merci berwarna putih. Terlihat dari jendela rumah, pria itu memakai kaos berwana putih, jaket hitam, celana casual berwarna hitam dan sepatu kets berwarna putih. Penampilan Reynand yang seperti itu membuat Reyna semakin jatuh cinta padanya.
"Assalamualaikum." Reynand berdiri di daun pintu, memperhatikan Reyna yang sedang tersenyum padanya.
"Waalaikumsalam." Jawab Reyna.
"Mau langsung berangkat, atau mau diem dulu disini."
Reyna nampak berpikir sejenak dan beberapa saat kemudian segera memutuskan. "Langsung aja yuk, nyari makan dulu aku laper."
Reyna mengangguk, berdiri dan berjalan lantas menggandeng tangan Reynand. Tak lupa pintu rumah ia tutup terlebih dahulu, jujur saja dirinya juga memang lapar.
*
Hai...
Ini karya orisinal aku yang hanya exclusive ada di Innovel/Dreame/aplikasi sejenis di bawah naungan STARY PTE.
Kalau kalian membaca dalam bentuk PDF/foto atau di platform lain, maka bisa dipastikan cerita ini sudah DISEBARLUASKAN secara TIDAK BERTANGGUNGJAWAB.
Dengan kata lain, kalian membaca cerita hasil curian. Perlu kalian ketahui, cara tersebut tidak PERNAH SAYA IKHLASKAN baik di dunia atau akhirat. Karena dari cerita ini, ada penghasilan saya yang kalian curi. Kalau kalian membaca cerita dari hasil curian, bukan kah sama saja mencuri penghasilan saya?
Dan bagi yang menyebarluaskan cerita ini, uang yang kalian peroleh TIDAK AKAN BERKAH. Tidak akan pernah aku ikhlaskan.
Dan untuk yang ingin copyright cerita abal-abal ku ini, mendingan mikir-mikir lagi. Saya tak mau ada kesalahpahaman seperti sebelumnya, mending cerita hasil sendiri akan lebih puas, daripada cerita hasil orang lain.
Untuk PUEBI atau typo, nanti saya akan benarkan sesudah cerita ini TAMAT. InshaaAllah, karena kehidupan saya bukan hanya tentang novel. Maaf kalau mata kalian perih dengan cerita saya.
Salam
Saghita laa
Dan bagi yang menyebarluaskan cerita ini, uang yang kalian peroleh TIDAK AKAN BERKAH. Tidak akan pernah aku ikhlaskan.
Dan untuk yang ingin copyright cerita abal-abal ku ini, mendingan mikir-mikir lagi. Saya tak mau ada kesalahpahaman seperti sebelumnya, mending cerita hasil sendiri akan lebih puas, daripada cerita hasil orang lain.
Untuk PUEBI atau typo, nanti saya akan benarkan sesudah cerita ini TAMAT. InshaaAllah, karena kehidupan saya bukan hanya tentang novel. Maaf kalau mata kalian perih dengan cerita saya.
Salam
Saghita laa