18. Mall

551 Kata
Reynand fokus menyetir, lima menit berlalu tapi belum ada percakapan di antara mereka. "Kita makan di mall aja ya, Rey." Reyna mengawali pembicaraan. Reynand menganggap, "iya sayang." "Kamu kok diem mulu, lagi sariawan ya Rey?" Reynand menggeleng pelan. "Gak kenapa-napaa kok, nanti aku bilangnya malam aja ya." Reyna mengerucutkan keningnya bingung. "Kok gitu? Penting banget emang nya?" "Bisa di bilang begitu, yaudah nanti aja ya sayang kita bahas nya." Reynand menghela nafas lalu mengangguk, "yaudah deh iya." "Gimana sama persiapan pernikahan kita, kamu udah nemu yang cocok belum?" Tanya Reynand. Reyna tersenyum senang, disela kesibukan Reynand masih tetap memperhatikan semuanya. Pria itu benar-benar pria siaga. "Ada dua yang menurutku bagus banget, nanti bantu pilihkan ya." Reynand mengangguk mengiyakan permintaan calon istrinya itu. * Mereka baru saja menyelesaikan makan sore di sebuah restoran cepat saji yang ada di mall. Sebelum beranjak Reyna masih penasaran dengan apa yang akan Reynand katakan. "Rey, tadi kamu mau bilang apa?" "Yang mana?" "Masa kamu udah lupa gitu aja sih, Rey!" Yang tadi pas di mobil." Reynand nampak berpikir keras, ada yang ingin ia sampaikan, sangat penting. Tetapi Sepertinya ini bukanlah waktu yang pas. "Nanti di rumah kamu aja ya, pas malem." Reyna menghela nafas lantas menganggukkan kepala. "Bikin penasaran aja sih kamu." "Yuk, kamu nunggu di sana aku bayar ini dulu." Tunjuk Reynand pada sebuah pintu kaca. "Oke, Rey." *** Hai... Ini karya orisinal aku yang hanya exclusive ada di Innovel/Dreame/aplikasi sejenis di bawah naungan STARY PTE. Kalau kalian membaca dalam bentuk PDF/foto atau di platform lain, maka bisa dipastikan cerita ini sudah DISEBARLUASKAN secara TIDAK BERTANGGUNGJAWAB. Dengan kata lain, kalian membaca cerita hasil curian. Perlu kalian ketahui, cara tersebut tidak PERNAH SAYA IKHLASKAN baik di dunia atau akhirat. Karena dari cerita ini, ada penghasilan saya yang kalian curi. Kalau kalian membaca cerita dari hasil curian, bukan kah sama saja mencuri penghasilan saya? Dan bagi yang menyebarluaskan cerita ini, uang yang kalian peroleh TIDAK AKAN BERKAH. Tidak akan pernah aku ikhlaskan. Dan untuk yang ingin copyright cerita abal-abal ku ini, mendingan mikir-mikir lagi. Saya tak mau ada kesalahpahaman seperti sebelumnya, mending cerita hasil sendiri akan lebih puas, daripada cerita hasil orang lain. Untuk PUEBI atau typo, nanti saya akan benarkan sesudah cerita ini TAMAT. InshaaAllah, karena kehidupan saya bukan hanya tentang novel. Maaf kalau mata kalian perih dengan cerita saya. Salam Saghita laa Hai... Ini karya orisinal aku yang hanya exclusive ada di Innovel/Dreame/aplikasi sejenis di bawah naungan STARY PTE. Kalau kalian membaca dalam bentuk PDF/foto atau di platform lain, maka bisa dipastikan cerita ini sudah DISEBARLUASKAN secara TIDAK BERTANGGUNGJAWAB. Dengan kata lain, kalian membaca cerita hasil curian. Perlu kalian ketahui, cara tersebut tidak PERNAH SAYA IKHLASKAN baik di dunia atau akhirat. Karena dari cerita ini, ada penghasilan saya yang kalian curi. Kalau kalian membaca cerita dari hasil curian, bukan kah sama saja mencuri penghasilan saya? Dan bagi yang menyebarluaskan cerita ini, uang yang kalian peroleh TIDAK AKAN BERKAH. Tidak akan pernah aku ikhlaskan. Dan untuk yang ingin copyright cerita abal-abal ku ini, mendingan mikir-mikir lagi. Saya tak mau ada kesalahpahaman seperti sebelumnya, mending cerita hasil sendiri akan lebih puas, daripada cerita hasil orang lain. Untuk PUEBI atau typo, nanti saya akan benarkan sesudah cerita ini TAMAT. InshaaAllah, karena kehidupan saya bukan hanya tentang novel. Maaf kalau mata kalian perih dengan cerita saya. Salam Saghita laa
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN