Bagaimana caranya aku bisa membunuh perasaan ini. Jika aku sendiri tiada arti
Terkadang sangat terasa menyakitkan. Karna mencintai mu tanpa bisa memilikimu.
Tak ada salahnya jika aku memiliki mimpi untuk memiliki mu. Meski hanya sekedar dalam taman khayalan ku saja.
Dan tak ada yang salah jika aku selalu memimpikan berada dalam dekapan mu. Berkhayalkan keindahan dunia bersama mu.
Kata Cinta mu, sentuhan mu, dan kasih mu.
Aku yang mencintai mu dalam diam dan dalam sunyi.
....
suatu ikatan yang tak di mengerti yang akan di lalui dalm kehidupan juan dan faira. Pernikahan tanpa dasar Cinta apakah akan bertahan lama.
Juan yang tak habis fikir dengan apa yang telah di setujui nya. Pernikahan macam apa ini. Yang akan terjadi tanpa ada dasar cinta yang kuat di dalam nya.
adakah titik cerah untuk permasalahan ini, juan yang tak menginginkan nya tapi tidak tahu harus bagaimana menolong faira dari kejaran si pak tua yang ingin menilahi nya itu.
Dalam pikiran yang kalut juan tak sadar jika sudah sampai di tempat yang dia tuju.
Ada beberapa perihal yang ingin jun bicara kan kepada faira. Dengan segera juan mengetuk pintu .
Tok tok tok
"Iya, sebentar" suara faira menanggapi suara ketukan pintu
"Kak juan, ada apa kak?" sambung nya saat ternyata juan yang mengetuk nya.
"Bisa kita bicara sebentar faa, seharus nya juga ada mama, tapi aku ingin ngobrol sebentar dulu"pinta juan
"Iya kak" jawab faira dengan menutup kembli kamar nya
dan mereka berdua berjalan menuju ruang keluarga untuk mengobrolkan apa yang menjadi pusat fikiran juan saat ini.
dengan perasaan yang bingung dan canggung juan merangkai kata tiap kata agar tidak menyakiti faira
"faa, apa kamu yakin dengan pernikahan ini?" tanya juan dengan hati-hati
"sedangkan kita belum mengenal jauh satu sama lain nya" sambung juan. setelah nya hanya keheningan yang ada d ruangan dimana mereka berdua berada.
"faa, jujur aku." Suara juan terhenti dan juan mengambil nafas panjang untuk melanjutkan kata-katanya
"aku takut menyakiti mu faa" jelas juan yang menundukan kepala nya tak mampu melihat wajah polos faira.
dengan langka kecil faira melangakh menuju juan, setelah tepat berada di depan juan. faira menyamakan tinggi badan dengan juan dan menggenggam tangan juan erat.
"Kak, jika kau ragu jangan lakukan, karna pernikahan bukan ajang untuk di jadikan percobaan, dan aku pun tidak mau merusak masa depan mu."ucap faira lirih
"kamu tidak akan sanggup menyakiti aku kak, aku tau itu. semua ini sudah jalan dari yang kuasa untuk aku, jangan hiraukan apapun kak.
Aku akan menerima semua yang sudah tersirat untuk ku" kata faira penuh penekanan dan juan sekarang mampu melihat wajah faira yang mulai sendu.
"tapi semua tidak menginginkan nya faa, mama lalu bunda dan terutama aku. sama sekali tidak ikhlas jika tua bangka itu menikahi mu. " jelas juan dengan nada 3 octaf yang ingin menjemput emosinya
"jika aku menjalani nya dengan ikhlas pasti aku akan bahagia kak, entah dengan apa yang akan terjadi kedepan nya, dan aku pun juga gak ingin menghancurkan masa depan mu kak, kamu juga punya kebahagiaan sendiri, mungkin juga kamu punya kekasih yang tidak mungkin kamu tinggalin gitu aja, tidak perlu di sesali kak.
aku akan belajar untuk lebih ikhlas lagi." penjelasan faira dengan wajah yang sulit untuk di artikan
"Allah swt tidak akan memberi cobaan pada umat nya di luar batas kemampuan nya kak, jadi jangan risau kn aku,
aku pasti dapat menjalani semua ini."
Memang benar yang di kata kan faira, tapi apakah faira juga tidak bisa menjalani hidup nya yang bebas
kenapa harus terjadi seperti ini, pertanyaan sama yang selalu mengelilingi fikiran juan saat ini.
Dia benar-benar sangat kacau.
"jangan korbankan kebahagiaan mu untuk aku kak, karna aku mungkin tidak akan sanggup membalas smua jasa kak juan dan mama, kalian sudah begitu teramat baik kepada ku." tak terasa bulir air mata sudah jatuh perlahan membasahi pipi faira.
seketika juan mengusap airmata faira, dan tiba-tiba benda kenyal sudah mendarat di bibir faira, juan mencium faira dengan hikmat, dan sesekali juan membasahi bibir tipis faira yang sekarang menjadi candu untuk nya,
entah apa yang ada di fikiran nya saat ini , hingga juan bisa melakukan nya.
faira yang hanya berdiri dengan kebisuan nya menerima ciuman juan,hingga terasa nafas mereka tersengal karna terasa lama sekali ciuman yang mereka lakukan.
Juan melepaskan bibir nya dari bibir faira, dan mengusap bibir faira pelan membersihkan sisa apa yang sudah dia perbuat tadi ,
"Aku akan menikahi mu setelah kamu lulus nanti" tegas juan kepada faira
"masih ada waktu 2 tahun kak untuk memikirkan nya lagi, fikirkan lah dulu kak, ini juga menyangkut masa depan mu" ucap faira dengan nafas yang masih tak beraturan dan perasaan malu yang masih bergelut di jiwa nya hingga debaran jantung nya yang memompa begitu kuat karna perlakuan juan tdi,
"ini sudah keputusan ku gadis kecil" jawab juan dengan melebarkan senyum pada wajah nya dan berlalu pergi meninggalkan faira yang masih mematung dalam diam nya.
"Kau tau kak, selama ini aku mencintai mu dalam diam ku tanpa dirimu tau apa yang selama ini aku rasakan, dan perlakuan mu tadi sangat membuat ku melayang, anggap saja aku egois untuk saat ini, karna merasa telah memilikimu.
Dan apakah dengan berjalan nya waktu yang berlalu akan kah kamu membuka pintu hati mu untuk ku kak,
dan jika memang mencintaimu hanya bisa ku lalui dalam ilusi ku, biarkan aku terus menjalani imijinasiku ini kak, karna hanya dalam tidur saja aku dapat memilikimu seutuhnya nya, terkadang untuk beranjak dari mimpi iti pun aku tidak sanggup, jika dalam nyata nya aku tak pernah memiliki mu. " batin faira yang melihat kepergian juan
Bersambung