BAB 10

1574 Kata
Dalam diam Dalam sunyi  Dalam renungan Semua hadir menjadi satu bagian yang tersimpan jauh di sudut hatiku Bagian yang ku sebut kenangan karna Cinta , sayang  , suka  , duka , luka .. Sesuatu hal yang tak dapat terucap.. ***** Juan kejadian yang membuat ku benar benar kehilangan akal. Hampir saja aku menyakitinya  Menyakiti hati gadis kecil yang sudah aku anggap sebagai adik kandung ku . entah fikiran apa yang merasuk dalam otak ku sampai aku berbuat di luar kehendak ku sendiri.  Kejadian yang selalu terbayang dalam benak ku, perlakuan faira yang membuat ku sangat terkejut setelah kejadian itu, dan aku sama sekali tak bisa melupakan nya. Kenangan indah tanpa cinta di dalam nya. Sudah 3 tahun berlalu kepergian ku karna aku di pindah tugaskan ke luar kota dari kantor tempet ku kerja Dan hubungan ku dengan faira hanya terinteraksi lewat media sosial saja. hari ini aku pulang dan aku akan segera menikahi faira. Aku meminta rekomendasi untuk pindah lokasi kerja , agar tidak ada jark tempuh yang jauh untuk kita bertemu. Kadang masih sedikit terasa aneh ketika mengingat kejadian itu , untuk pertama kali nya aku mencumbu seorang gadis hingga hilang akal sehat ku. Tanpa aku ketahui bagaimana perasaan nya saat itu, mungkin dia menganggap ku sebagai pria yang b******k atau mungkin lebih parah dari itu, entah lah aku pun juga tidak bisa melupakan malam itu. Gadis kecil yang sekarang menjadi candu ku walaupun hanya sekali aku menjamah nya tapi rasa itu selalu terngiang dalam hidup ku. "Juan" panggil mama yang mengbuyarkan lamunan ku "Nunggu lama ya sayang?" ucap nya lagi "Enggak maa barusan aja duduk" jawab ku sambil tengak tengok ke arah lain mencari gadis kecil yang membuat ku rindu. "Kamu kenapa juan, ada yang kamu cari?" tanya mama bingung karna tingkah ku. "Enggak mama, udah ayo pulang maa" ucap ku cengengesan. Aku memasukan tas ku ke dalam bagasi mobil dan lalu duduk di samping mama yang sudah ada di dalam mobil, ya semenjak aku pergi mama sering memakai supir dan sekarang pun rumah juga di jaga oleh seorang security karna takut terjadi sesuatu yang tak di ingin kan saat aku tidak dirumah.  Mobil melaju dengan stabil menerobos kemacetan siang ini hingga tak terasa kami sudah memasuki halaman rumah. Setelah aku turun dari mobil terlihat seseorang yang tengah berdiri di depan pintu , gadis kecil ku yang sangat aku rindukan. Sebelum aku melangakah kan kaki ku , mama mencegah tangan ku dan ingin menyampaikan sesuatu. "Mama tinggal dulu ke butik ya, karna ada pertemuan" ucapnya dan melepaskan genggaman tangan nya "Hati-hati maa" jawab ku sambil melambaikan tangan dan melihat kepergian mama. mobil yang di naiki mama telah hilang dari penglihatan ku "Aku merindukan mu kak" terasa ada yang memeluk ku dari belakang dengan tiba-tiba yang tak lain tak bukan dia gadis kecilku yang juga aku rindukan, aku membalikan badan ku dan menatap wajah gadis kecilku penuh rindu yang sudah sangat menggebu "Aku juga merindukan mu sangat faa" dan sontak aku lolos mendaratkan ciuman ku pada bibir gadis kecilku bibir yang sanagat aku rindukan dan menjadi candu ku. aku memeluk nya dengan erat yang di iringi sebuah ciuman yang enggan aku lepas kan. rasa nya faira sudah sangat kehabisan nafas karna perlakuan ku  , aku membersihkan bibir faira yang sudah sangat basah karna ulahku. "Ayo masuk kak" ajak faira dengan menggenggam tangan ku. ***** Sudah hampir seminggu setelah kejadian malam itu , malam panas yang di berikan kak juan untuk ku , dan terdengar kabar jika kak juan di pindah tugas kan dari kantor nya. serasa tidk bisa menerima kepergian nya , hatiku terasa sangat teramat sakit. Sore itu dimana kak juan lagi sibuk untuk berkemas aku ingin datang menghampiri nya , dengan prasaan yang entah sulit untuk di artikan. aku masih terdiam bingung di depan pintu kamar kak juan , apa yang harus aku lakukan saat ini. Dan saat aku ingin mengetuk pintu kamar nya , kak juan terlebih dahulu membuka nya. "faira , apa ada yang bisa kakak bantu"? Ucap nya menanyakan ku yang masih tetap setia mematung tanpa kata dengan kepala yang tertunduk malu "faa" panggil nya dengan menaikan dagu ku agar pandangan ku bisa menatap nya  "Aku minta maaf kak" kata ku dan lalu membalikan badan ingin pergi karna saat itu aku benar-benar malu , sebelum pergi juan menggenggm tangan ku dan menarik ku hingga aku jatuh dalam pelukan nya. Seketika pipi ku menjadi merah tanpa juan mengetahui nya , lalu aku melepaskan pelukan itu karna takut ada lihat. "Juan , ada doni mencari mu" teriakan mama yang membuat ku dan juan terkejut mendengar nya "Ya maa" jawab juan berlalu dengan menggandeng tangan ku tanda bahwa dia menggajak ku untuk menemui doni teman nya. ..... Doni tidak datang sendirian , dia bersama seorang wanita entah siapa , seketika setelah wanita iti menoleh kearah juan, dia langsung berlari menghampiri juan dan memeluk nya, dan seketika aku langsung melepaskan genggaman tangan juan , tapi genggaman itu terlalu kuat hingga aku sulit untuk melepas nya . Hati ku serasa di porak poranda kan sakit seperti di remas di injak-injak , mata ku sudah sangat memanas tapi aku bertahan agar bulir yang sudah menumpuk tidak jatuh. "Jangan pergi juan , maaf  aku terlambat mengetahui jika ternyata kamu menyukai ku" ucap wanita itu dengan memeluk juan. dan seketika tubuh ku melemas mendengar nya dia wanita kak juan , wanita yang mendapat cinta kak juan , mungkin karna aku hingga kak juan tidak bisa bersama nya , aku yang salah karna berada di tengah-tengah mereka , dengan sekuat tenaga aku menghempaskan tangan ku agar terlepas dari genggaman kak juan dan benar saja aku tidak bisa membendung airmata ku , aku berlari memasuki kamar ku menangis sejadi-jadi nya. Juan yang masih bingung dengan kedatangan doni dan siska yang juga tiba-tiba memeluk nya , akhirnya juan menjelaskan semua nya kepada mereka. Bahwa dia memang menyukai siska , tapi sekarang dia sudah milik orang lain dan juan tidak menjelaskan siapa wanita yang menggantikan siska di hati nya , dan akhirnya siska dan doni bisa memahami semua pengakuan juan. Setelah doni dan siska pamit pulang,  juan beranjak pergi menemui faira dan dapat di pastikan saat ini pasti faira dalam keadaan yang kacau. Pelan aku mengetuk pintu kamar faira , tidak ada respon apapun dari faira. akhit nya aku membuka pintu kamar faira. kamar yang sangat sunyi dengan cahaya lampu yang begitu redup terlihat faira sedang tertidur dengan tenang tapi jelas terlihat mata nya yang membengkak karna menangis.  aku tidak sanggup melihat nya , belum terjadi pernikahan tapi aku sudah melukai nya , aku berdiri dengan lutut untuk bertumpu mensejajarkan wajah ku dengan wajah faira. aku belai pipi nya yang lembut halus lebih tenang dan aku mencium kening faira lama , rasa bersalah menyelimuti perasaan ku. "Selamat tinggal faa" ucap ku dan berlalu pergi , sebelum beranjak aku pandangi wajah teduh faira dalam tidurnya. "Kak" suara lirih faira yang memanggil ku "iya faa , kamu belum tidur ya" jawab ku dengan menghampiri nya. "Belum " ucap nya terhenti ,  "Kak , jika kamu memang mencintai nya kejar dia , aku sudah pernah bilang jang korban kan masa depan mu untuk menikahi ku kak , aku tidak akan mampu menyakiti mu karna merusak perasaan mu , ini jalan hidup ku kak takdirku yang harus menerima nya , semua ini sudah menjadi takdirku harus menikah dengan pak broto. kamu pantas bahagia kak , jangan tinggalkan dia gara-gara aku,  aku bisa jelaskan sama mama dan bunda , aku akan menikah sama pak broto bukan dengan kak juan , kak juan bisa hidup bahagia dengan wanita yang kak juan cinta , bukan aku" ucap faira di iringi tangisan nya yang hampir pecah dan aku tidak bisa berbicara apapun. aku hanya bisa menatap wajah lugu faira dan entah apa yang ada dalam fikiran ku. aku memgulangi nya. Aku mencium bibir faira menggigit nya sesekali,  dan ternyata faira membalas ciuman ku dengan saat lembut hingga kini aku yang sangat terbuai dengan permainan bibir nya. hanya sebatas ciuman saja tapi bibir faira benar-benar menjadi candu terberatku. "aku akan tetap menikahi mu faa" setelah ucapan itu aku melanjutan pergulatan bibir ku dengan bibir faira,  bibir gadis kecilku yang nakal. ..... Kedatangan juan yang telah lama di nantikan faira , walaupun faira tau bahwa rasa cinta nya tidak akan pernah terbalaskan , namun faira yakin di suatu saat nanti pasti kak juan dapat mencintai nya. "faa , ngelamunin apa sih" juan mengagetkan faira dengan memeluk nya dari belakang. "Enggak ngelamun kak , ini lagi masak buat makan kita kak" "mama tdi telpon katanya pulang terlambat " sambung faira memberi tau juan "Ohhhh" juan hanya ber ohh ria menbalas ucapan faira , dengan jaillnya juan mematikan kompor lalu mengangkat faira dan di dudukan nya faira di atas meja makan. hingga tiba-tiba juan mencium bibir faira dengan sangat lembut , memberikan sensasi yang luar biasa nikmatnya bagi faira. Menggigit nya dan menyelusuri hingga kedalam mulut faira meraup habis tak tersisa , sampai bibir faira membengkak karna perlakuan juan. "Kenapa ini semakin nikmat" goda juan dengan menyentuh bibir faira dan lolos membuat faira malu. Juan langsung memeluk faira penuh kasih sayang , mengecup kening faira lama dengan masih memeluk nya dan diciuminya pipi faira tak lupa candu terberat juan bibir faira. "biarlah aku memiliki mu dalam imajinasiku , cukuplah aku mencintai mu dalam diam ku dan tak kan mungkin bisa kau ku jangkau, setidak nya sampai batas yang memang sudah kamu tentukan, pergi meninggalkan ku dalam balutan kenangan" ucap batin faira Bersambung
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN