malam gelap ijinkan untuk kali ini saja aku melupakan nya
Aku ingin mengenyahkan segala cerita kasih yang telah aku hadapi
Aku mohon agar aku dapat tidur dengan lelap malam ini
Tanpa harus adanya bayangan kerinduan yang tersimpan
Karna dalam imajinasiku kamu selalu milikku
Hingga waktu terbangun aku mengetauhi kamu tiada
Dan lalu beranjak pergi meninggal kan sepi dan pilu
*****
21+
Terasa sekali sayatan luka yang mendalam setelah faira mendengar apa yang telah di kata kan juan hingga membuat nya hilang akal.
Juan yang entah merasa tak enak hati karna terbesit perasaan bersalah terhadap faira , dia berinisiatif untuk mengajak nya jalan.
Lalu juan beranjak dari kamar nya dan menuju kamar faira, tapi yang di dapati nya hanya kamar kosong dengan cahaya yang sangat tamaram.
"Kemana faira?" batin juan yang tidak mendapati faira di kmar nya
Juan mencari faira di semua sudut rumah nya, dan saat dia melihat arah luar melalu jendela yang berada di ruang tamu juan melihat faira yang tak sadarkan diri di halaman samping rumah dengan keadaan baju yang basah.
Karna saat itu hujan pun masih enggan beranjak untuk meninggalkan faira, juan yang berlari menghampiri faira dan lalu menbawa faira masuk ke dalam rumah dengan membopongnya.
Fikiran juan semakin kalut dengan apa yang di lihat nya saat ini.
Untuk apa faira pergi ke halaman rumah padahal hujan sedari tadi yang begitu lebat nya saja enggan berhenti, dan apa yang terjadi pada faira hingga dia pingsan seperti ini dengan keadaan yang sangat sulit di artikan
Juan membaringkan faira di kamar nya dan lalu beranjak pergi untuk memanggil mama nya,tapi tidak di temukan nya
Juan mengerang frustasi kenapa tiada orang di rumah saat kejadian seperti ini, semuanya pergi
Karna juan baru teringat mama nya pergi untuk acara peresmian butik baru nya untuk beberapa hari kedepan, sedangkan pembantu di rumah sedang ijin untuk pulan ke kampung halaman nya.
Juan bingung bukan kepalang dengan apa yang harus dia lakukan sekarang, tidak mungkin membiarkan faira yang basah kuyup seperti ini tapi dia juga tidak mungkin mengganti semua pakaian faira saat ini.
Juan berusaha membangunkan faira terlebih dahulu, dan benar saja setelah setengah jam lama nya juan berusaha membangun kan nya , faira terbangun..
"aku dimana ini?" tanya faira setelah tak sadarkan diri
"Kenapa baju ku basah" ucapnya dengan kebingungan saat melihat keadaan nya sendiri saat ini
"Seharus nya kakak yang tanya kamu itu habis ngapain sampe bisa pingsan di halaman pagi buta gini"timpa juan
"minum dulu " juan menyodorkan segelas Minuman hangat untuk faira, juan membantu nya untuk duduk dan minum
"Aduh kepala ku" pekik faira sambil memegang kepala nya yang terasa sakit sekali.
"Kanapa faa?
ada yang terluka faa" tanya juan khawatir.
"Kepalaku pusing kak" jawab faira yang masih memegangi kepalanya
"Kamu ganti baju mu dulu lalu tidurlah" ucap juan dan lalu hanya di angguki oleh faira
"butuh bantuan?" tanya juan menawarkan bantuan untuk faira yang mungkin masih belum stabil karna kejadian yang menimpanya.
Faira hanya menggeleng pelan , menolak dengan sopan tawaran juan dan faira berlalu memasuki kamar mandi.
Juan masih menunggu faira yang sedari tadi masih belum kunjung keluar. Juan melangak mendekati pintu dan kemudian mengetuk nya.
"faa, kamu baik-baik saja kan faa? tanya juan di depan pintu kamar mandi.
Tiada jawaban dan lalu faira membuka pintu kamar mandi menandakan bahwa dia baik-baik saja. Ada perasaan lega dari juan
"Mau makan faa" tawar juan
"Tidak usah kak, aku tidur saja" jawab faira dengan menaiki kasur besar nya
"Apa kamu yakin, mau aku temani?" tawar juan dan sontak membuat faira jadi salah tingkah
"Tidak usah kak, kakak istirahat saja maaf jika merepotkan" tolak faira pada juan
Juan hanya menatap lekat faira dengan pandangan penuh tanya, dan seketika juan menghampiri faira dan duduk di samping faira.
Mereka saling bertatapan, mata juan yang menatap lekat mata faira seakan menyimpan banyak luka di dalam nya.
Mata nya yang sayu telah membuat juan seakan tersihir.
Tubuh juan semakin mendekat dengan tubuh faira, enah apa yang di fikir nya saat ini.
Dia menarik tengkuk faira dan menjatuhkan bibir nya pada bibir faira, mengulum nya dengan pelan namun pasti memberi sensasi yang luar biasa kepada faira karna ini baru pertama bagi mereka berdua.
Lebih dalam lagi juan memberi ciuman itu , di gigit nya bibir bawah faira
"aaaaahhhh" faira meloloskan desahan bahwa dia juga menikmati nya.
"Bibir mu manis sayang, kamu benar-benar candu"balas juan di sela ciuman panas mereka
Ciuman juan yang mulai turun ke leher jenjang faira membuat sang empu nya tambah mendesah panjang
Di ciumin nya setiap inci tanpa tertinggal sedikit pun , dan juan meninggal kan tanda merah tepat di d**a faira, dengan perlahan juan membuka satu demi satu kancing baju yang di kenakan faira.
Dan sekarang terlihat jelas bongkahan gempal yang terbentuk sempurna di d**a faira, memang tak cukup besar tapi begitu sangat menggairahkan untuk juan.
Kedua tangan juan meremas nya dan kadang memilin butiran kecil di atas nya hingga membuat faira mendesah panjang karna kelakuan juan.
Tak terasa satu tangan juan berhasil masuk pada inti faira, dan juan semakin sangat b*******h karna mendapati bahwa faira sudah sangat basah di bawah sana.
"Sayang, boleh kan aku memiliki mu" tanya juan dengan nafas yang menggebu menahan hasrat jiwa yang begitu menghimpit d**a nya
Faira hanya mengangguk pelan dan memejamkan mata nya, tanpa fikir panjang juan pun lolos membuka celana faira.
Dan benar saja sekarang faira sudah telanjang bulat karna ulahnya, juan yang perlahan turun yang sontak melihat keindahan milik faira yang sudah basah. Di buka nya kaki faira hingga terlihat jelas milik nya tanpa ragu juan langsung memasukan satu jari nya dan membuat faira mendesah lagi dan lagi,
Suara desahan faira mengisi ruangan temaram. Kenikmatan yang di berikan juan untuk faira membuat faira tambah semakin melayang di buat nya.
Tak hanya satu jari, sekarang juan memasukan 2 jari bersamaan membuat faira benar benar melayang.
"Aku mau pipis,, aaahhhh" hingga akhir nya faira mencapai pelepasan yang begitu panjang serta desahan yang semakin menggairah kan bagi juan
dan tanpa ada rasa jijik juan menghabiskan semua cairan kenikmatan milik faira..
"Kamu benar-benar nikmat sayangku" ucap juan lalu mengecup kening faira dengan sayang.
"Aku ingin merasakan mu lebih dalam lagi sayang" kata juan meyakinkan faira.
"Aku milik mu kak" jawab faira yang memang juga sudah b*******h karna ulah juan
Dan seketika hati juan terasa teriris ketika mendengar suara faira yang memanggil nya kak, dia langsung sadar teringat jika faira tidak layak untuk di sakiti dengan perlakuan nya.
Juan hanya menginginkan tubuh faira tanpa bisa mencintai nya itu yang sekarang tersirat dalam fikiran nya
"Kita belum menikah faa tidak seharus nya aku melakukan ini" ucap juan menyesel
"Maaf faa, maafkan aku" juan langsung beranjak pergi meninggalkan faira ang masih bingung dengan perlakuan juan
"Untuk apa semua ini kak, jika setelah kamu buat aku melayang tinggi lalu kamu jatuh kan aku hingga hancur berkeping-keping" suara lirih faira dalam tangis isak nya
"Apa kamu tidak bisa merasakan bahwa aku mencintai mu tulus kak" tangis faira semakin menjadi di dalam diam nya
Bersambung