Semilir angin pagi berhembus dengan nikmat nya di iringi dengan terpaan kabut yang turun dari atas pegunungan yang berada tak jauh dari vila yang sedang di singgahi faira dan juga juan. Faira sesang menikmati sejuknya aroma khas embun yang begitu asri , hingga nampak jelas pada dedaunan yang ada di depan vila pun sudah begitu basah karena embun di pagi hari. Juan masih tertidur lelap di dalam kamar , Mungkin ia merasa lelah karena perjalan yang di tempuh mereka untuk menuju ke vila. Dengan tempo yang teratur , Faira mengambil udara melewati hidung nya lalu membuang nya pelan melalui mulut. Ia mencoba menstabilkan perasaan nya yang masih terlihat kacau , faira memang bahagia saat ini. Karena keluarga nya yang pernah hancur pada akhirnya bisa berkumpul kembali walaupun dengan cara yan

