MUSIK 26

957 Kata

Jingga menyisir rambutnya kemudian menilai penampilan untuk sekali lagi. Setelah dirasa cukup, ia melangkahkan kaki keluar kamar. Wajah Jingga langsung memerah ketika ia mengingat apa yang ia lakukan dengan Vano di kamar ini. Tidak, bukan sesuatu yang bertanda kutip, tetapi hanya ciuman manis yang Vano lakukan padanya, itu pun terhalang tangan Vano. Untuk seukuran Pangeras Es, Vano adalah seseorang yang romantis. Entah dari mana dia mempelajari hal seperti itu.           Jingga masih merasa canggung dan beberapa kali mencubit lengannya untuk memastikan bahwa dirinya tidak sedang bermimpi. Atau jika ia memang bermimpi, Jingga tak ingin bangun. Jingga berjalan pelan menuju dapur untuk mencari Vano, mengintip kecil dan menemukan orang yang sedari tadi ia cari sedang duduk di meja makan. Jin

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN