*** "Pak Arjuna." Setelah sebelumnya membukakan pintu usai mendengar ketukan sebanyak tiga kali, Andini refleks memanggil ketika kini di depannya seorang pria berkaos hitam berdiri sambil mengukir senyum tipis. Entah ke mana kemeja juga dasi yang beberapa waktu lalu masih pria itu pakai, Andini tidak tahu. Namun, yang jelas dia yakin pria di depannya sedang tidak baik-baik saja. "Hai, Andini. Rayyannya bangun apa tidur?" tanya Arjuna, yang kemudian mengangkat paper bag di tangan kanannya. "Saya bawain dia sepatu sama mainan baru." "Rayyan kebetulan bangun. Bapak masuk aja." Arjuna tidak banyak bicara, sementara kakinya melangkah masuk ke dalam kamar yang ditempati Andini dan Rayyan. Melewati sang pemilik kamar, dia berjalan menuju kasur lalu menyimpan paper bag di atas kasur. Dari b

