*** Waktu bergulir cepat, dua minggu akhirnya berlalu. Menanti dengan sabar kepulangan sang putra, pagi ini Andini bahagia karena setelah menjalani perawatan di inkubator, baby Rayyan diizinkan pulang. Diberi kabar oleh dokter, semalam, pagi ini Andini bersiap-siap untuk menjemput. Membawa gendongan juga tas kecil berisi perlengkapan bayi, pukul tujuh pagi dia sudah siap pergi. Hanya memberitahu Malik dan Rahma, Andini akan pergi sendiri ke rumah sakit. Bukan karena tidak ada yang mau mengantar, Malik sebenarnya sudah menawarkan diri untuk menemani dirinya. Namun, karena pria itu baru seminggu bekerja di tempat baru, Andini melarang sahabatnya itu agar Malik tidak mendapat masalah. "Saatnya jemput anak gantengku," ucap Andini dengan senyuman di bibir yang terukir cukup lebar. Tidak t

