*** "Anak ibu yang tampan, kamu cepat gede ya, Sayang. Nanti setelah Ayah empat puluh hari, Ibu pengen ajak kamu ke makamnya Ayah. Meskipun pas kamu lahir, Ayah udah enggak ada, beliau pasti senang kalau kamu kunjungin makamnya." Tersenyum dengan perasaan teriris, ucapan tersebut Andini lontarkan pada sang putra yang pagi ini sedang dia jemur di depan rumah. Tidak jauh, Andini duduk di teras, sementara Rayyan yang sebelumnya sudah dia mandikan, berbaring di stroller yang Arjuna beli kemarin. Sudah pulang ke rumah sejak subuh tadi, perasaan Andini perlahan membaik. Tidak takut lagi didatangi Mariska, hatinya tenang setelah semalam Ardina berjanji tentang Arjuna yang tidak akan lagi menemuinya. Sebagai ganti, ke depannya Ardinalah yang akan rutin menjenguk Andini juga Rayyan, sehingga t

