*** Pukul setengah lima sore, acara tahlilan di rumah Andini akhirnya selesai. Dihadiri banyak tetangga, acara berlangsung dengan lancar tanpa ada hambatan. Tidak langsung bebas begitu saja, selanjutnya proses beres-beres seperti menggulung karpet dan semacamnya dilakukan. Tak mau bergantung pada para tetangga, Andini ikut andil membantu, hingga di tengah kegiatannya sebuah saran dilontarkan Ardina. "Din, gimana kalau kamu ke makam aja? Jam lima lebih kan kamu mau ikut sama Tante. Jadi biar santai, nyiramin airnya dari sekarang." Tidak ada lagi kata 'saya', Andini sudah mengubah panggilannya ketika berbicara dengan Andini. Bukan tanpa tujuan, hal tersebut dia lakukan agar istri mendiang Patra tersebut merasa dekat dengannya. "Ah iya." "Saya temani," kata Arjuna, yang sigap menghampir

