
"Kang Jaka yakin mampu jadi asistennya Bu Mala?"
"Insya Allah akan saya coba dan usahakan untuk mampu."
"Kamu tidak takut sama Bu Mala, Ka?"
"Kenapa harus takut?. Bu Mala kan manusia biasa seperti kita juga, bukan moster yang menjadikan manusia sebagai mangsanya. Saya makan nasi, dia juga makan nasi."
"Tapi tidak ada yang bisa bertahan lama jadi asistennya Bu Mala, mau asisten laki-laki apalagi perempuan, seuanya menyerah di minggu pertama. Ada sih yang bisa bertahan sampai satu bulan tapi berakhir di rumah sakit karena harus menjalani perawatan akibat terlalu kelelahan."
"Masa sih sampai seperti itu?"
"Betul, Kang. Asisten Bu Mala hyang terakhir hanya bisa bertahan tiga hari saja langsung mengundurkan diri dan minta untuk dimutasikan ke cabang di luar kota."
"Saya sih percaya diri dengan kemampuan dan kekuatan saya. Insya Allah, saya bisa bertahan menjadi asistennya Bu Mala."
"Kalau kata orang-orang disini, Bu Mala itu ibarat devil yang sedang menyamar jadi angel. Mukanya saja yang terlihat seperti angel tapi kelakuannya seperti devil. Hati-hati loh Kang. Sudah banyak yang jadi korbannya."
"Bu Mala itu cantik. Tidak mungkin orang secantik Bu Mala kelakuannya seperti devil."
"Ih dasar Kang Jaka genit juga ternyata."
"Ahmad Zakaria, temui saya di ruang rapat!"
"Tuh kan baru saja diomongin, udah muncul aja tuh Miss Valak."
Para pekerja perempuan yang sedang berkumpul menggosipkan Kumala langsung bubar jalan menuju kubikel mereka masing-masing.

