"Kita akan pergi ke Krypta?" "Ada tempat lain yang ingin kau kunjungi di Andorra?" Sembari mengamati pemandangan pegunungan Alpen yang melingkupi sepanjang batas Andorra dan Krypta, Valerie menarik napas dalam. Matahari cukup baik karena tidak membiarkan sinarnya menyengat kulit manusia pagi ini. Sejuknya udara di kala musim siap berganti, membuat perasaan Valerie membaik. "Mungkin nanti?" "Nanti?" Liam mengernyit saat limusin mereka tiba tepat di depan pintu masuk penginapan keluarga kerajaan. "Kau berniat pergi seorang diri?" Valerie mendengus pelan. Apa bisa ide gila itu terlaksana? Sebab sebentar lagi dia menjadi ratu, dan orang-orang akan mengenalnya. Kemudian semua bertambah rumit. Valerie bukan lagi gadis biasa yang bisa menghirup kebebasan seperti dulu kala. "Kalau aku bisa,

