"Good morning." Semua sapaan hangat itu mengalun manis di telinganya. Valerie diam-diam menikmati kebaikan para staf dan beberapa anggota pelayan di kastil besar ini. Seakan mereka membuka tangan, menerimanya dengan sukarela dan penuh suka cita. "Selamat pagi." Sebuah pintu terbuka lebar. Valerie menahan napas menemukan Sang Pangeran ada di sana, duduk bersama tablet di tangan. Di saat para pelayan sedang sibuk menata meja untuk keperluan mereka sarapan. "Hanya kita berdua di sini?" Liam mengangkat alis, mendongak dari layar tablet. "Kenapa bertanya?" "Seingatku kita memiliki tamu," merujuk pada perempuan barbar tidak tahu aturan yang membuat Valerie sempat meradang kemarin. "Kemana dia?" "Bukan urusanmu." Gadis itu mengangguk. Memilih untuk abai dan menatap piringan berisi kue pan

