Liam tergugu saat dia mendengar riuh dan sorak dengan jarak hampir dua belas meter dari tempatnya berdiri. Beberapa orang berkerumun membentuk lingkaran kecil, tampak sibuk menonton seseorang. Apa yang terjadi? Benaknya diselimuti perasaan gundah. Valerie, kah? Apa gadis itu berkelahi? "Yang Mulia, mungkin Putri Valerie ada di sana." Bocah kurus itu memberitahu dengan tampang polos. Bersama si anjing kecil yang sanggup melangkah dengan keempat kaki kurusnya, Liam mengangguk singkat. Kemudian melangkah, memperlebar kedua kakinya untuk cepat sampai. "Ya Tuhan!" Kecemasan Liam berkali-kali lipat kala matanya bertaut, menemukan si rambut gulali yang berantakan, berjongkok dan seketika jantungnya seakan berhenti berdetak. Kenapa Valerie di sana? "Valerie?" Semua orang terkesiap. Terkesim

