Rasanya cukup aneh. Atau tepatnya, agak asing. Melihat bagaimana Liam bercengkerama dengan banyak orang, memamerkan kebolehannya dalam berbicara di depan khalayak umum dan memberi beberapa saran yang menurut Valerie tidak terlalu penting, tapi, toh, mereka akan mendengarkan. Karena Liam adalah calon raja, orang yang harus mereka hormati di masa mendatang. Hampir sembilan puluh persen kaum perempuan—kalau boleh dikatakan begitu, berbinar terhadapnya. Pesona calon raja muda memang tidak terbantahkan. Liam masih terbilang prima di usianya yang baru kepala tiga. Bekas latihan keras di militer pun membuat bahu dan dadanya seperti penjaga pantai. Atau sekiranya, semua penampilan sempurna itu membuat Andera berbangga hati karena memiliki calon raja yang memenuhi kriteria dari segi tampang. Ini

