Yang pertama kali Liam lihat saat dia membuka pintu kamarnya adalah Valerie duduk bersila dengan jarum tenun di tangannya. Ada beberapa helai sisa potongan kain yang terbuang di lantai. Berantakan. Tapi tidak sampai mencemari seisi lantai dengan bagian tertipis kain tersebut. Seakan udara yang memisahkan mereka semakin lebar terasa. Liam merasakannya. Kala Valerie berusaha menghindar tanpa alasan. Dia tidak bersuara, dan Liam tidak bertanya. "Kau belajar menenun dari siapa?" "Salah seorang staf yang mengisi waktu luang dengan menenun. Bersama dua pelayan lain yang sibuk belajar. Mereka cukup akrab satu sama lain dan aku bergabung," kata Valerie datar, melepas sisa benang dengan gunting. "Kenapa kau di sini?" Alis pria itu tertaut tajam. "Ini kamarku." "Oh, kalau begitu aku yang pergi.

