37

2137 Kata

"Kau mau?" "Apa itu?" "Bubur kacang merah dengan es batu. Ideku saat melihat sisa bubur kacang merah pagi tadi. Atalarik menyimpannya di kulkas dan sayang kalau dibiarkan. Bubur ini belum habis dan masih terasa enak." Liam meneleng pelan. Melanjutkan fokusnya pada tayangan televisi yang menampilkan berita harian yang terangkum dalam lima puluh detik. Semua tentang Andera sampai permasalahan perebutan wilayah kekuasaan pun menjadi topik utama. Valerie diam. Mendengar saat reporter itu dengan lugas menyampaikan kabar tentang pemberontakan yang terjadi di beberapa kota yang ada di Andera meresahkan warga. Dan pihak istana masih bungkam, berpura-pura tuli. "Kenapa mereka bicara kebohongan?" Liam masih diam. Dan Valerie tidak percaya kalau reporter itu masih mengeluarkan kalimat pedasnya.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN