Di pondokkan

2076 Kata

“Seriusan lo pada nggak tahu?” heran ku. Mereka menggeleng kepala, Restu susah meminum satu gelas untuk menghilangkan pusing di kepalanya gara-gara pertanyaan ku. “Serius ya Vin.” Ucap Restu, “Sumpah gue bener-bener nggak tahu kalo di bawa sama si b******k itu.” Marahnya “Emang b******n dia, kok bisa-bisanya sih ngelakuin hal rendahan kayak gitu.” Ucap Neni kesal. “Lho di apain aja Vin, kalo dia nyakitin lo lagi, atau sampe bikin lo kayak kemaren, gue sendiri yang bakalan jeblosin di ke penjara.” Geram Bagas. Aku bisa merasakan kemarahan dan rasa kesal mereka, tapi jika aku mengatakan yang sebenarnya apa yang bisa mereka lakukan pada Rendra. Aku nggak mau sampe harus berurusan dengan dia lagi. “Lho kenapa diam say?” tegur Lola. “Apa yang lo pikirin Vin?” tanya Restu. Aku hanya di

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN