Anya mendesah lirih ketika telapak tangan Edward berhasil menyentuh gundukan kenyal miliknya. Walaupun masih terbalut bra di dalam sana, tapi telapak tangan besar suaminya cukup menggoda dengan remasan sensual. Tidak puas hanya dengan meremas saja, kini Edward membuka kancing baju yang dikenakan istrinya. Dengan tak sabaran pria itu melepaskan kancing hingga d**a padat mulus Anya terpampang nyata di depannya. "Kakinya aman?" Walau sudah diselimuti kabut gairah, Edward tidak langsung melahap Anya. Pria itu masih saja memikirkan kondisi cedera lutut sang istri. Anggukan yang Anya berikan membuat Edward tersenyum lembut. Dengan bibir yang kembali mengecup bibir Anya, kini telapak tangannya menarik lepas bra yang Anya kenakan. Lalu tanpa aba-aba, Edward mendaratkan mulut hangatnya di punc

