Seminggu berlalu. Kini Anya benar-benar sudah pulih. Perempuan itu bahkan jauh lebih ceria dari sebelum cedera. Anya terlihat lebih segar dan gampang menebar senyum pada siapa saja yang dia temui. Bahkan ketika perempuan itu datang ke kampus mengunjungi Edward, tak sengaja bertemu Valeri dan Riana secara bergantian, Anya tetap menebar senyum. Sampai kedua orang itu keheranan melihat tingkah aneh istri dosen tampan tersebut. "Sayang, ini beneran mau dibawa semua?" Anya yang tengah melakukan live i********: bersama kedua sahabatnya seketika menoleh pada sang suami yang bertanya. Anya mengernyit bingung lalu tak lama mengangguk. "Kebanyakan, kita bisa beli di sana nantinya," kata Edward. "No! Jangan sentuh barang-barang yang udah aku masukin. Mas gak tahu apa aku udah begadang hanya unt

