"Eyang! Om m***m!" teriak gadis itu lalu berlari meninggalkan pintu kamar yang terbuka lebar. "Sial!" maki Edward segera beranjak dari atas tubuh Anya. "Itu siapa?" tanya Anya kaget. Saking kagetnya, Anya tidak beranjak dan malah terbaring pasrah dengan kedua tangan yang terbuka lebar. "Itu anak kakak sepupu," jawabnya. Edward terkekeh geli menatap bagaimana keadaan menggemaskan Anya. Dengan usil pria itu kembali menindih Anya dan berbisik m***m di depan bibir Anya. "Apa kita sekalian kasih tontonan live yang lebih panas?" tanyanya. Anya melotot lalu mendorong Edward dengan kuat sehingga pria itu hampir saja terjungkal menyentuh lantai. Jangan lupakan handuk Edward yang hampir lepas. "Dasar pria tua m***m!" seru Anya kesal. Edward terbahak dan kembali mendekati Anya. "Bukannya kam

