22. Malam Yang Ditunggu

1058 Kata

Anya mendadak gugup saat hari yang telah ditunggu-tunggu oleh semua orang akhirnya tiba juga. Anya bahagia? Jelas. Perempuan itu sebentar lagi akan menjadi nyonya Edward. Jangan ditanya bagaimana penampilan Anya saat ini. Calon menantu Tania itu sangat cantik dan menawan dengan balutan pakaian pilihannya sendiri. Sesuai permintaan Edward, pakaian yang Anya kenakan tidak terbuka sama sekali. Benar-benar sopan. "Kak!" Anya menoleh kala mendengar suara Qia memanggilnya. Gadis itu berdiri di ambang pintu bersama Lala, keponakan Edward yang suka sekali beradu mulut dengan Anya sejak pertemuan mereka di rumah orangtua Edward beberapa hari lalu. "Cie, udah jadi istri Om Edward," goda Lala dengan wajah tengilnya. Qia yang bersama gadis itu terkekeh. Dasar bocah SMP. "Ayo, Kak, Mami bilang Ka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN