Edward memasuki kamar hotel yang dipesannya untuk bermesraan bersama Anya dengan senyum cerah. Sementara Anya melangkah masuk mengikuti Edward dengan dahi yang berkerut. "Mas," panggilnya. Edward menoleh dengan sebelah alis yang terangkat. Bibirnya masih menyunggingkan senyum seperti sebelumnya. Anya menatap Edward, lalu ia semakin mendekat mengikis jarak di antara mereka. Anya mengalungkan kedua lengannya di leher Edward. Dari ekor matanya ia bisa melihat ada yang berbeda dengan kamar yang akan mereka tempati. "Mas..." "Kamu suka?" Edward bertanya sebelum Anya sempat bertanya lebih dulu. Anya mencebikkan bibir, lalu ia memajukan wajahnya untuk bisa mengecup lama bibir pria itu. "Selalu aja bikin aku gak habis pikir," gumam Anya saat ia telah memisahkan bibir mereka. Edward terseny

