"Mas, ikut," Anya merengek sambil memeluk lengan Edward ke mana pun pria itu melangkah di dalam kamar. "Sayang, Mas cuma sebentar. Janji," Edward masih mencoba membujuk sang istri yang sejak memasuki kehamilan 4 Minggu ini menjadi begitu manja. "Karena sebentar itu makanya aku ikut. Yaaa..." Anya tidak mau kalah. Edward menghela napas pelan sebelum melepaskan lengannya dari pelukan Anya. Dirangkumnya wajah Anya dan ibu jarinya mengusap pipi mulus Anya. "Kamu lupa apa yang Papi bilang? Kamu gak boleh capek." Anya memanyunkan bibir sambil menyipitkan mata menatap sang suami. "Mas kenapa sih gak mau bawa aku? Katanya cuma sebentar. Artinya aku boleh ikut. Apa jangan-jangan Mas mau ketemu perempuan?!" Edward terkekeh, "maunya sih. Tapi emangnya ada perempuan yang berani deketin Mas sete

