26. Cedera

1022 Kata

Cukup lama Anya dan Sani duduk menunggu Edward yang entah pergi ke mana. Bahkan dua perempuan itu sudah banyak pula membahas hal-hal random dari yang masuk akal sampai tidak masuk di akal. Seperti bagaimana rasanya saat Anya melakukan hubungan intim pertama kalinya. Sani memang pintar mengorek informasi. Anya bahkan hampir saja membeberkan bumbu ranjangnya bersama Edward. Sialan Sani. "Duh, pengantin baru, peletnya manjur ya moms." Anya dan Sani sontak menoleh pada sumber suara. Di sana ada Valeri dengan temannya sedang menatap mereka dengan pandangan sinis. Anya terkekeh mendapat pandangan seperti itu. Apa Valeri sedang berusaha memancing emosinya agar meledak? "Wah, ada yang iri nih," Anya melirik Sani lalu keduanya tertawa mengejek sambil sama-sama beralih menatap Valeri serta temann

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN