Anya terbangun saat hari sudah malam. Perempuan itu mendesah puas sambil meregangkan otot-otot di tubuhnya. Matanya melirik sekitar kamar yang hanya diisi cahaya tamaram. "Mas," Anya memanggil Edward yang terlelap di sampingnya. "Hm?" "Laper," adunya. Edward perlahan membuka mata lalu menyipit menatap Anya. Bibirnya langsung mengukir senyum manis karena wajah sang istri benar-benar cantik saat bangun tidur. "Parah sih, Yang, kamu tidur seharian full." Anya mendengkus mendengarnya. Memangnya ini ulah siapa? Anya merasakan tubuhnya benar-benar remuk saat tadi siang terpaksa bangun hanya karena kandung kemihnya penuh. "Temenin ke bawah, laper," rengek Anya. Edward terkekeh lalu bangkit dan meraih baju kaos yang tadi dia letakkan di pinggir kasur. "Ayo," ajaknya. Anya ikut beranjak de

