24. Babak Belur

1022 Kata

"Siap?" Edward menunggu Anya memberikan jawaban. Edward tahu Anya masih sedikit ragu karena wajah istrinya itu sekarang tampak kalut dan matanya terpejam erat dengan bibir yang digigit. "Sayang...." Anya mengangguk cepat saat Edward kembali bersuara. Anya tidak mau menunda lagi. Yang ada dia akan semakin ketakutan kalau kewajibannya ini sering ditunda. Lagi pula, mau Anya tolak semakin lama pun, tidak akan memungkiri fakta bahwa Edward akan tetap menerobos masuk ke dalam intinya. Bukan kah seorang istri harus melayani suaminya? Masa iya Anya nolak-nolak terus. Kalau Edward cari mangsa lain gimana? Tidak! Anya tidak mau perkutut sang suami masuk sangkar liar di luar sana. Enakan sangkar Anya dong, bersegel dan terjamin keselamatannya. "Jangan jerit kuat-kuat. Nanti orang di rumah deng

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN