Happy reading. Saat itu, aku begitu takut ditinggalkan olehmu, sangat takut jika jauh darimu. Tanpa suara, tanpa cerita yang menenangkan disetiap malam. Namun sekarang, yang aku takutkan menjadi teman malam.Mas, aku merindukanmu begitu dalam. Apakah kamu baik – baik saja tanpaku? Bisakah kamu mengukir tawa tanpa merinduiku juga di sana?_ Author Dimas menatap kamar kosong, Adelia tidak kembali ke rumah. Apa perempuan itu bermalam bersama Arden, kekasih yang katanya sebagai tunangan juga. Mertuanya kembali melakukan perjalanan bisnis, setelah pertengkaran hebat dengan Adelia malam lalu. Dimas mendengar cerita dari pekerja di rumah, saat ia menanyakan keberadaan sang istri. Ia sudah menghubungi Adelia namun panggilannya terabaikan. Sungguh, menikahi Adelia benar –benar menjadi penyesalan

